Tampilkan postingan dengan label luar angkasa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label luar angkasa. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 30 Juli 2011

Awan Berair Terbesar Ditemukan di Ruang Angkasa

CALIFORNIA - Para astronot menemukan sebuah awan yang mengandung air terbesar di ruang angkasa. Awan ini mengandung 140 triliun liter air dan lebih banyak dari yang ditemukan di Bumi, serta mengambang di sekitar kuasar jauh.

"Ini merupakan awan yang ditemukan paling jauh dan yang tertua. Jaraknya sangat jauh yaitu 12 miliar tahun lalu atau hanya 1.6 miliar tahun setelah Ledakan besar," ungkap astronot, seperti yang dilansir TG Daily, Selasa (26/7/2011).

Awan Besar Berair yang ditemukan oleh para Astronot di Ruang Angkasa

Awan tersebut merupakan salah satu objek yang dikenal paling kuat di alam semesta dan memiliki keluaran energi matahari sebesar 1.000 triliun. Kekuatannya tersebut berasal dari materi spiral di dalam lubang hitam sepermasif pusat atau sekitar 20 miliar kali lebih besar dari massa matahari.

Jumlah air dalam awan ini setidaknya 100 ribu kali lebih besar dari massa matahari, atau setara dengan 34 miliar dari massa Bumi.

"Temuan ini sangat menarik. Kami tidak hanya mendeteksi air di jangkauan terjauh dari alam semesta, tapi ini cukup untuk mengisi lautan di Bumi lebih dari 100 triliun," kata profesor Jason Glenn, Asosiasi CU-Boulder.

Pengukuran menunjukan bahwa ada cukup banyak gas yang akan membuat lubang hitam tumbuh menjadi enam kali lebih besar dari ukuran semula. Meskipun, beberapa gas mungkin berakhir dengan membentuk bintang sebagai gantinya atau dikeluarkan dari galaksi kausar sebagai sebuah arus perpindahan.

Pada galaksi Bima Sakti, setidaknya ada 4.000 kali lebih sedikit air gas daripada di kausar. Sementara uap air di Bima Sakti hanya ditemukan di daerah tertentu dengan jarak hanya beberapa tahun cahaya. Sedangkan air di kuasar jauh tampak tersebar pada jarak ratusan tahun cahaya.

Penemuan ini dibuat dengan spektrograf yang disebut Z-Spec, yang beroperasi di sepanjang gelombang milimeter di Caltech Observatorium Submillimeter di Hawaii.

"Terobosan yang datang dengan cepat dalam teknologi milimeter dan submilimeter, memungkinkan kita untuk mempelajari galaksi kuno yang tertangkap dalam tindakan formasi bintang dan supermasif lubang hitam,"tutup Glenn.

________

The cloud is one of the most powerful known object in the universe and has a solar energy output of 1,000 trillion. Its power comes from spiral material inside a black hole sepermasif center or about 20 billion times larger than the mass of the sun.

Read More >>

Kamis, 28 Juli 2011

Gunung Berapi 'Silikat' Ditemukan di Bulan

CALIFORNIA - Para ilmuwan menemukan sebuah 'titik panas' atau gunung berapi di sisi jauh Bulan. Hal ini menunjukan bahwa Bulan sudah lebih aktif secara geologi dari dugaan sebelumnya.

Titik panas yang dimaksudkan ilmuwan adalah konsentrasi unsur radioaktif thorium, yang berada antara Compton dan kawah Belkovich di Bulan. Titik tersebut pertama kali terdeteksi oleh Lunar Prespektor spectrometer sinar gamma pada tahun 1998.

Gambar penampakan dengan Lunar Reconnaissance Orbiter (LRO)

Tapi pengamatan baru dengan Lunar Reconnaissance Orbiter (LRO) yang menggunakan optical kamera, menunjukan bahwa itu bukan gunung berapi biasa, namun ini merupakan gunung berapi silikat (senyawa yang mengandung muatan listrik negatif) yang langka.

"Ini sangat tidak biasa. Ditemukan banyak gunung dan setengah diantaranya kaya akan silikat. Ini karena Bulan tidak seperti Bumi yang tidak memproses ulang bahan batuan dengan cara berkonsentrasi pada silikat," ujar Bradley Jolliff, dari Washington University di St Louis, pimpinan tim yang menganalisa gambar LRO.

Keberadaan daerah gunung berapi akan membuat para ilmuwan memperbaharui teori-teori sebelumnya mengenai sejarah gunung berapi di Bulan.

"Penemuan ini akan membuat kita berpikir ulang mengenai suhu Bulan dan evolusi vulkaniknya," tambah Jolliff, seperti dikutip TG Daily, Rabu (27/7/2011).

Jolliff dan timnya menduga daerah gunung berapi yang baru ditemukan mungkin jauh lebih muda umurnya dari sebagian besar gunung berapi di wilayah Procellarum KREEP Terrane.

"Meskipun kita tahu dari analisis langsung sampel batuan bulan bahwa kebanyakan aktivitas gunung berapi terjadi tiga sampai empat miliar tahun yang lalu. Kita bisa melihat dari orbit bahwa beberapa masa terbentuknya batuan basalt baru terjadi sekira satu miliar tahun yang lalu," tambah Jolliff.

Jolliff juga menjelaskan jika wilayah tersebut merupakan daerah pembentukan gunung berapi yang 'telat' tumbuh. Hal tersebut mungkin juga terjadi karena proses peleburan radioaktif yang juga telat, dan menyulitkan larva untuk sampai ke permukaan.

Namun, Bulan masih mungkin memiliki inti luar cair yang menghasilkan panas seperti halnya rantai vulkanik di pegunungan Hawaii.

__________

Jolliff also explained if the region is an area of ​​volcanic formation of the 'late' growth. It may also occur due to the melting process which is also radioactive late, and made ​​it difficult for the larvae to the surface.

Read More >>