Tampilkan postingan dengan label Curhat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Curhat. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 06 Agustus 2011

Yang Lucu Saat Guru Dikerjain Muridnya



Yang Lucu Saat Guru Dikerjain Muridnya. Guru mengajar muridnya biasa, tapi murid ngerjain gurunya? Cerita lucu tentang guru dikerjain muridnya. Yang lucu lucu dijamin ketawa ngakak deh. langsung ke TKP gan..

Seorang Guru SD kelas 2 sedang menerangkan soal Matematika, kemudian guru itu menunjuk salah satu muridnya untuk menjawab pertanyaan.


"Amin... coba jawab pertanyaan ibu, kalo ada 5 ekor burung di pagar kemudian seorang pemburu menembak mati salah satu dari burung tersebut, sekarang berapa sisa burung yang ada di pagar?", tanya Bu Guru.

"Abis dong bu...", jawab Amin dengan yakin.
"Salah Min.. coba kamu pikir lagi jawabannya", bantah Bu Guru.
"Iya bu.. jawabannya abis..!", Amin mencoba mempertahankan pendapatnya.
"Ya sudah, tolong kamu jelasin kenapa jawaban kamu begitu..!"
"Begini bu.. khan ada 5 ekor burung.. di tembak satu.. terus darahnya kemana-mana khan bu.. trus temen-temennya jadi panik dan pada ngabur.. jadi burung yang tinggal di pagar itu nggak ada lagi.", jawab Amin.

"Sebenarnya jawaban itu bukan yang ibu minta, jawaban yang benar adalah 4, tapi Ibu suka cara kamu berpikir..", kata Bu Guru.

"Bu guru boleh tanya ga?", teriak Amin.
"Silahkan Amin.. mau tanya apa?", jawab Bu Guru.

"Ada 3 Cewek lagi makan ice cream. Cewek Pertama makan dengan cara jilatin ice creamnya, Cewek Kedua makan dengan cara menggigit ice creamnya, trus Cewek Ketiga makan dengan cara ngemutin tuh ice cream. Pertanyaannya, yang mana diantara 3 Cewek tersebut yang sudah menikah?", tanya Amin.
Ibu guru kaget sejenak tetapi karena tidak mau mengecewakan muridnya, ibu guru menjawab, "Yang sudah menikah adalah Cewek yang ngemut ice creamnya..".

"Salah bu.. yang sudah menikah adalah cewek yang pakai cincin kimpoi. Tapi tidak apa-apa.. saya suka cara ibu berpikir.."


source: http://etdahcapedeh.blogspot.com/2010/05/yang-lucu-saat-guru-dikerjain-muridnya.html
Read More >>

Jangan Bersedih, Ingatlah Selalu Kepada Allah


Allah telah berfirman:

"Ingatlah, hanya dengan mengingat Allahlah hati menjadi tenteram." (QS.13: 28)

"Ingatlah kalian kepada-Ku, niscaya Aku akan selalu ingat (pula) kepada kalian. "(QS.2:152)

"Laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah (niscaya Allah akan memberikan ampunan dan pahala yang besar kepada mereka)."(QS.33: 35)

"Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya dan bertasbihlah kepada-Nya pada waktu pagi dan petang. "(QS.33: 41-42)

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta-harta dan anak-anak kalian sampai melalaikan kalian dari mengingat Allah." (QS. 63:9)

"Dan ingatlah kepada Tuhan kalian jika kalian lupa." (QS. 18: 24)

"Bersabarlah dalam menunggu ketetapan Tuhanmu. Sesungguhnya kamu berada dalam pengawasan Kami. Bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu ketika kamu hendak berdiri dan bertasbihlah kepada-Nya pada beberapa saat pada malam hari dan pada waktu terbenam bintang-bintang (pada waktu fajar)." (QS. 52: 48-49)

"Hai orang-orang yang beriman, apabila kalian memerangi pasukan (musuh), maka berteguh hatilah kalian dan sebutlah (nama) Allah sebanyak-banyaknya agar kalian beruntung." (QS. 8:45)

Dalam sebuah Hadist shahih disebutkan: "Perumpamaan orang yang selalu mengingat Tuhannya dan yang tidak mengingat Tuhannya sama dengan perbedaan antara orang yang hidup dan orang yang mati." 55)

Rasulullah pernah bersabda: "Al-Mufarridun mendahului (masuk surga). "Para shahabat bertanya: "Wahai Rasulullah, siapakah al-mufarridun itu?" Beliau menjawab: "Mereka adalah laki-laki dan perempuan yang banyak berdzikir kepada Allah. "56)

Dalam Hadist shahih disebutkan: "Maukah kuberi tahukan kepada kalian amal yang paling utama bagi kalian, paling bersih menurut Tuhan kalian, dan lebih baik bagi kalian daripada menshadaqahkan emas dan perak, serta lebih baik bagi kalian daripada bersua dengan musuh, lalu kalian tebas batang leher mereka dan mereka balas menebas batang leher kalian?" Para shahabat menjawab: "Tentu kami mau, wahai Rasulullah." Beliau bersabda: "Yaitu mengingat Allah."

Dalam Hadist shahih lainnya disebutkan bahwa seorang lelaki datang kepada Rasulullah lalu bertanya: "Wahai Rasulullah, sesungguhnya perintah Islam itu sangat banyak bagiku, sedang aku sudah tua, maka beritakanlah kepadaku tentang suatu perintah yang dapat kujasikan sebagai pegangan." Rasul menjawab: "Hendaknya lisanmu tetap basah karena dzikir menyebut Allah,"58). Disarikan dari buku La Tahzan.
Read More >>

WARNING! Waspada pada Gangguan Truk-truk Pengangkut

Masuk bengkel akibat kaca depannya retak tertimpa batu dari truk yang berada didepannya dalam sebuah kemacetan di jalan tol. Mau menuntut juga kasian. Akhirnya hanya bisa marah. Untung biaya perbaikan masih bisa ditanggung oleh asuransi. 

Kejadian rekan saya tersebut mungkin pernah anda alami. Dari kejadian tersebut bisa diambil pelajaran bahwa kita harus berhati-hati dan waspada jika terdapat mobil/truk dengan bak terbuka di dekat kita.
Anda tentu kerap melihat mobil/truk bak terbuka diberhentikan petugas di pinggir jalan, biasanya tindakan itu dialami sopir truk yang tengah mengankut barang. Hal ni terjadi terutama truk tersebut kelebihan muatan yang ditentukan atau muatan tidak dalam posisi aman. Bila terbukti melanggar atau membahayakan oran lain truk tersebut bisa dilarang jalan.

Tindakan petugas dengan mengontrol kendaraan tersebut sudah sangat baik, mereka berupaya menjaga keselamatan dan kelancaran pengguna jalan lainnya.
Bukan saja kelebihan muatan yang membahayakan orang lain, tetapi ikatan muatan yang tidak begitu aman / ikatan terputus juga sangat membahayakan. Apalagi muatan dibawa tanpa menggunakan pembungkus. Bisa jadi salah satu benda yang tampak terikat justru lolos dan terbang, lalu menghantam pengguna jalan lainnya.

Jangan anggap remeh mobil/truk bak terbuka yang seolah tidak membawa muatan, batu-batu atau benda kecil yang berada didasar bak bisa saja terlontar dan mengenai pengendara lain disekitarnya.
Bencana tak terduga bisa saja terjadi bila roda-roda mobil/truk tersebut menerabas paksa polisi tidur atau masuk ke sebuah lubang di jalan.
Nah, bila kebetulan anda bertemu dengan mobil/truk bak terbuka, baik yang sedang mengangkut ataupun kosong. Jagalah keselamatan, caranya terapkan poin-poin berikut:

1. Perhatikan mobil/truk bak terbuka itu. Mulai dari baknya, muatannya hingga gaya berkendara sang sopir. Bak yang Nampak kosong tapi kotor itu menandakan mobil itu baru saja membawa muatan. Bisa jadi benda2 didalamnya masih bisa berterbangan dan menghantam anada
2. Jangan berada persis dibelakangnya, apalagi bila muatan penuh. Sebab, kita akan kesulitan memantau kondisi jalan didepannya
3.Bila tidak bisa mendahului, lebih baik posisikan mobil jauh dibelakangnya. Minimal jika ada benda jatuh masih banyak kesempatan untuk menghindarinya.

Read More >>

Jumat, 05 Agustus 2011

Satu Kalimat yang Sering Disalahgunakan Namun Kedahsyatannya Sanggup Menjebol Tembok Ya'juj & Ma'juj


Di antara bangsa-bangsa manusia, tidak ada bangsa yang sekuat ya'juj ma'juj, sekejam ya'juj ma'juj, dan sebanyak ya'juj ma'juj. Namun tidak disangka, bahwa kelak yang membebaskan mereka dari tembok kokoh Dzulqarnain adalah kalimat 'Insya Allah'.
Ilustrasi

Nabi Muhammad SAW pernah ditanya oleh An-Nadhar bin Al-Harits dan 'Uqbah bin Ani Mu'ith sebagai utusan kaum kafir Quraisy. Pertanyaan yang diajukan oleh kedua orang ini adalah bagaimana kisah Ashabul Kahfi?, Bagaimana kisah Dzulqarnain?, dan Apa yang dimaksud dengan Ruh?.

Rasulullah SAW bersabda kepada dua orang itu, "Besok akan saya ceritakan dan saya jawab." Akan tetapi Rasulullah SAW lupa mengucapkan "Insya Allah". Akibatnya wahyu yang datang setiap kali beliau menghadapi masalah pasti terputus selama 15 hari.

Sedangkan orang Quraisy setiap hari selalu menagih janji kepada Rasulullah saw dan berkata "Mana ceritanya? besok..besok..besok.." Ketika itu Rasulullah saw sangat bersedih. Akhirnya Allah menurunkan wahyu surat Al-Kahfi yang berisi jawaban kedua pertanyaan pertama, pertanyaan ketiga berada dalam surat Al-Israa ayat 85.
Allah berfirman pada akhir surat Al-Kahfii :
"Janganlah kamu sekali-kali mengatakan, 'Sesungguhnya saya akan melakukan hal ini besok,' kecuali dengan mengatakan Insya Allah." (QS Al-Kahfi :23-24)

Sebuah kalimat yang sering kita salah artikan tetapi orang yang paling mulia disisiNya, yang telah diampuni dosanya baik yang telah lalu dan yang akan datang pun ditegur oleh Allah SWT karena lupa mengucapkan "Insyaa Allah". Ada rahasia besar apa dibalik kalimat Insya Allah?

Perhatikan petikan ayat diatas, di ayat tersebut Allah memerintahkan manusia ketika semua rencana sudah matang dan pasti janganlah mengatakan “Sesungguhnya aku akan mengerjakan besok” tetapi harus diikuti dengan ucapan Insya Allah.

Sebab ucapan “Sesungguhnya aku akan mengerjakan besok” adalah sebuah 'ucapan kepastian', keyakinan diri jika hal itu benar-benar akan dilakukannya, bukan keraguan-keraguannya.

Benar, Insya Allah adalah penegas ucapan kepastian dan keyakinan. Bukan keragu-raguan. Dari situlah tubuh kita mengeluarkan semacam kekuatan dan kepasrahan total yang tidak kita sadari sebagai syarat utama tercapainya sebuah keberhasilan.

Manusia hanya berencana dan berikhtiar, Allah yang menentukan hasilnya. Manusia terlalu lemah untuk mengucapkan ‘pasti’, karena Allah sebagai sang pemilik tubuh ini dapat berkehendak lain.

Ingat baik baik! Jika kalian tidak yakin atau tidak dapat memastikan sebuah rencana, maka jangan pernah mengatakan Insya Allah, cukup katakan saja “Maaf, saya tidak bisa” atau “Maaf, saya tidak dapat menghadiri …”

Tetapi bila kalian yakin bisa melakukan rencana itu, maka katakanlah “Insya Allah”, niscaya kalian akan melihat sebuah ketentuan Allah sesuai dengan apa yang telah dijanjikan oleh-Nya.
"Mereka (Ya'juj & Ma'juj) berusaha untuk keluar dengan berbagai cara, hingga sampai saat matahari akan terbenam mereka telah dapat membuat sebuah lobang kecil untuk keluar. Lalu pemimpinnya berkata,'Besok kita lanjutkan kembali pekerjaan kita dan besok kita pasti bisa keluar dari sini."

"Namun keesokkan harinya lubang kecil itu sudah tertutup kembali seperti sedia kala atas kehendak Allah. Mereka pun bingung tetapi mereka bekerja kembali untuk membuat lubang untuk keluar. Demikian kejadian tersebuat terjadi berulang-ulang." 
"Hingga kelak menjelang Kiamat, di akhir sore setelah membuat lubang kecil pemimpin mereka tanpa sengaja berkata, “Insya Allah, Besok kita lanjutkan kembali pekerjaan kita dan besok kita bisa keluar dari sini."

"Maka keesokan paginya lubang kecil itu ternyata masih tetap ada, kemudian terbukalah dinding tersebut sekaligus kegaibannya dari penglihatan masyarakat luar sebelumnya." 
"Dan Kaum Ya’juj dan Ma’juj yang selama ribuan tahun terkurung telah berkembang pesat jumlahnya akan turun bagaikan air bah memuaskan nafsu makan dan minumnya di segala tempat yang dapat mereka jangkau di bumi."

Jika kaum perusak sekelas ya'juj dan ma'juj saja bisa berhasil meskipun tanpa sengaja mengucapkan Insya Allah, bagaimanakah halnya dengan kita. Apalagi jika disertai dengan kesadaran dan penuh kepastian mengucapkannya. Yakinlah, janji Allah SWT selalu benar, Dia-lah sebaik baik penepat janji.

Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Ibnu Harmalah dari bibinya berkata: Rasulullah SAW bersabda: "Kamu mengatakan tidak ada permusuhan, padahal sesungguhnya kamu senantiasa memerangi musuh, sehingga datanglah Ya'juj dan Ma'juj; yang lebar jidatnya, sipit matanya, menyala (merah) rambutnya, mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi, wajahnya seperti martil."

Ini adalah gambar bangsa Troll dalam cerita-cerita fiksi karangan orang Barat. Mungkinkah orang Barat sudah bisa membayangkan Ya'juj Ma'juj. Waallahu 'alam. Yang jelas mereka pasti lebih menakutkan dari gambar ini.



sumber :http://www.apakabardunia.com/2011/08/satu-kalimat-yang-sering-disalahgunakan.html
Read More >>

Kritik Wajah Sinetron Indonesia


Mural yang menggambarkan kritik terhadap kualitas sinetron Indonesia terlihat di tembok Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Rabu (3/8). Si pelukis yang tidak mencantumkan identitasnya menkritik sinetron dari proses rekruitmen, pembuatan hingga efek ke masyarakat yang dinilai banyak negatifnya.
Kritik Wajah Sinetron Indonesia

Seorang warga melintasi mural bertuliskan 'One Nation Under Sinetron'.

Kritik Wajah Sinetron Indonesia

Salah satu kritik yang telah terdengar umum di masyarakat, 'Demi Rating, Semua Diseting'.

Kritik Wajah Sinetron Indonesia

Gambaran cita-cita anak muda, menjadi bintang sinetron.

Kritik Wajah Sinetron Indonesia

Raam Punjabi, produser kawakan untuk urusan sinetron menjadi sasaran kritik.





sumber :http://foto.detik.com/readfoto/2011/08/04/084916/1696139/157/1/kritik-wajah-sinetron-indonesia
Read More >>

Orangutan Menagih Janji


Para aktivis dari Centre for Orangutan Protection (COP) dan Jakarta Animal Aid Network (JAAN) berunjukrasa di depan Balai Kota, Jakarta Pusat, Kamis (4/8/2011). Mereka menagih janji kepada Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo untuk lebih memperhatikan kehidupan Orangutan di Kebun Binatang Ragunan yang masih memprihatinkan. Foto: VIVAnews/Nurcholis Anhari Lubis














sumber :http://foto.vivanews.com/read/4010-orangutan-menagih-janji
Read More >>

Kamis, 04 Agustus 2011

11 Perbedaan Antara Bos Dan Pemimpin


1.Seorang BOS menciptakan rasa takut dalam diri anak buahnya
Seorang PEMIMPIN membangun kepercayaan

2. Seorang BOS mengatakan "saya".
Seorang PEMIMPIN mengatakan "kita"

3. Seorang BOS tahu bagaimana pekerjaan harus dilakukan.
Seorang PEMIMPIN tahu bagaimana suatu karier harus ditempa

4. Seorang BOS mengandalkan kekuasaan.
Seorang PEMIMPIN mengandalkan kerjasama.

5. Seorang BOS menyetir
Seorang PEMIMPIN memimpin

6. Seorang BOS menyalahkan
Seorang PEMIMPIN menyelesaikan masalah dan memperbaiki kesalahan

7. Seorang BOS menguasai 10% tenaga kerja bermasalah.
Seorang PEMIMPIN menguasai 90% tenaga kerja yang kooperatif.

8. Seorang BOS menyebabkan dendam bertumbuh.
Seorang PEMIMPIN memupuk antusiasme yang bertumbuh

9. Seorang BOS menyebabkan pekerjaan menjemukan
Seorang PEMIMPIN menyebabkan pekerjaan menyenangkan/menarik

10. Seorang BOS melihat masalah sebagai musibah yang akan menghancurkan perusahaan
Seorang PEMIMPIN melihat masalah sebagai kesempatan yang dapat diatasi staff yang bersatu padu, dan berubah menjadi pertumbuhan.

11. INGAT. SEORANG BOS BERKATA, "PERGI!"
SEORANG PEMIMPIN BERKATA, "AYO PERGI"
sumber http://ujung-bumi.blogspot.com/2010/08/inilah-perbedaan-bos-dan-pemimpin-mana.html
Read More >>

Selasa, 02 Agustus 2011

Nenek Ketagihan Kawin, Dah Punya 6 Suami Cari Yang Ketujuh


Jan Ford yakin tidak ada wanita yang lebih kuat daripada dirinya. Nenek asal Southminster, Essex, ini mengaku dirinya kecanduan kawin. Jan Ford, yang kini berusia 62 tahun, sudah enam kali menikah sepanjang hidupnya. Dia kini sedang memburu untuk nomor yang ketujuh.
Jan Ford bersama salah satu mantan suami Frank
Jan Ford bersama salah satu mantan suami Frank
Dia sebenarnya begitu putus asa untuk menikah lagi setelah enam kali bercerai dengan pasangan sebelumnya. Jan Ford kini hanya bisa berharap cerita hidupnya lewat media ini akan membantu dirinya menemukan pria ‘terakhir’ dalam hidupnya. “Orang-orang mungkin berpikir aku gila untuk menikah berkali-kali. Tapi, saya menyukai akhir yang indah,” kata Jan. “Menemukan suami sempurna telah mendominasi hidup saya. Tetapi, saya tidak akan menyerah. Dia ada di suatu tempat. Sekarang ini hanya proses eliminasi.’’
nenek gila kawin
Dia mulai menikah ketika usia 23 tahun. Untuk menemukan pasangan sejatinya, Jan mengaku ingin terus menikah hingga usia 90 tahun. Jan sudah enam kali mengucapkan janji setia ‘I do’ di sejumlah gereja. Dia juga beberapa kali datang ke kantor pemerintahan untuk mendaftarkan pernikahannya tersebut.
“Orang-orang berpikir aku akan menyerah sekarang, tapi saya seorang romantis. Itulah yang membuat saya begitu kecanduan untuk mencari Mr Right. Tapi, lelaki selalu tidak beres setelah menikah,’’ keluhnya.


sumber :http://ruanghati.com/2011/07/31/nenek-ketagihan-kawin-dah-punya-6-suami-cari-yang-ketujuh/
Read More >>

Amalan-amalan sunnah bulan suci Ramadhan

Amalan-amalan sunah pada bulan Ramadhan
Selain puasa yang Allah wajibkan pada bulan Ramadhan ada berbagai amalan yang disunahkan pada bulan ini di antaranya:


1. Mengkhatamkan Al-Qur’an
Bulan Ramadhan adalah bulan Al-Quran. Pada bulan inilah Al-Qur’an pertama kali turun dari lauhul mahfuz ke langit dunia sekaligus. Allah berfirman:
Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil)(al baqarah: 185)

2. Shalat tarawih
Rasulullah Saw. bersabda: “Barang siapa yang menghidupkan malam bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
Sebuah riwayat mengatakan bahwa Nabi Saw. pernah shalat 11 rakaat, terkadang 13 rakaat atau kurang dari itu. Ketika ditanya tentang shalat malam beliau bersabda: “Dua rakaat dua rakaat, jika seseorang diantara kalian khawatir masuk waktu subuh hendaklah shalat satu rakaat witir.”

3. Memperbanyak doa
Orang yang berpuasa ketika berbuka adalah salah satu orang yang doanya mustajab. Oleh karenanya perbanyaklah berdoa ketika sedang berpuasa terlebih lagi ketika berbuka. Berdoalah untuk kebaikan diri kita, keluarga, bangsa, dan saudara-saudara kita sesama muslim di belahan dunia.

4. Memberi buka puasa (tafthir shaim)
Hendaknya berusaha untuk selalu memberikan ifthar (berbuka) bagi mereka yang berpuasa walaupun hanya seteguk air ataupun sebutir korma sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang berbunyi:” Barang siapa yang memberi ifthar (untuk berbuka) orang-orang yang berpuasa maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tanpa dikurangi sedikitpun”. (Bukhari Muslim)
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhr1X3dnJpAZ5yIpB7NHeqthVRURe0PQx3uGyqyh2vj_45qZ8tL-dQuz4VtekQ0OsTBwzqTnThPE69TcB7HuugV5wrBkxgvv1E5nDzAGF4pIOBUJHBTxX1lmlJjQLCtuCl_Og-_ZWYOyy4/s400/Ucapan+Selamat+Ramadhan.jpg

5. Bersedekah
Rasulullah Saw. bersabda: “Sebaik-baik sedekah adalah sedekah pada bulan Ramadhan” (HR. Tirmizi).
Dan pada akhir bulan Ramadhan Allah mewajibkan kepada setiap muslim untuk mengeluarkan zakat fitrah sebagai penyempurna puasa yang dilakukannya.

6. I’tikaf
I’tikaf adalah berdiam diri di masjid untuk beribadah kepada Allah. I’tikaf disunahkan bagi laki-laki dan perempuan; karena Rasulullah Saw. selalu beri’tikaf terutama pada sepuluh malam terakhir dan para istrinya juga ikut I’tikaf bersamanya. Dan hendaknya orang yang melaksanakan I’tikaf memperbanyak zikir, istigfar, membaca Al-Qur’an, berdoa, shalat sunnah dan lain-lain.

7. Umroh
Ramadhan adalah waktu terbaik untuk melaksanakan umrah, karena umroh pada bulan Ramadhan memiliki pahala seperti pahala haji bahkan pahala haji bersama Rasulullah Saw. Beliau bersabda: “Umroh pada bulan Ramadhan seperti haji bersamaku.”
http://vh18revolution.files.wordpress.com/2011/07/ramadhan1.jpg

8. Memperbanyak berbuat kebaikan
Bulan Ramadhan adalah peluang emas bagi setiap muslim untuk menambah ‘rekening’ pahalanya di sisi Allah. Dalam hadits yang diriwayatkan Ibnu Khuzaimah dan Baihaqi dikatakan bahwa amalan sunnah pada bulan Ramadhan bernilai seperti amalan wajib dan amalan wajib senilai 70 amalan wajib di luar Ramadhan. Raihlah setiap peluang untuk berbuat kebaikan sekecil apapun meskipun hanya ‘sekedar’ tersenyum di depan orang lain. Ciptakanlah kreasi dan inovasi dalam berbuat kebaikan agar saldo kebaikan kita terus bertambah.
“dan untuk yang demikian itu hendaknya orang berlomba-lomba.”

Semoga kita termasuk orang-orang yang bisa memanfaatkan momentum Ramadhan untuk merealisasikan ketakwaan diri kita dan bisa meraih predikat “bebas dari neraka.”
Read More >>

Tanda-Tanda Jika Orang Ingin Bunuh Diri

Bunuh diri, pemikiran untuk bunuh diri atau percobaan bunuh diri biasanya disertai dengan gangguan kesehatan mental atau sedang depresi. Kenali tanda-tanda orang yang bisa nekat melakukan aksi bunuh diri.

Hasil penelitian menemukan bahwa pria banyak meninggal karena bunuh diri. Tapi wanita lebih sering mencoba bunuh diri daripada pria karena secara keseluruhan memiliki tingkat depresi yang lebih tinggi.

Banyak wanita yang menderita kesehatan mental yang serius seperti depresi seringkali merenungkan atau mencoba bunuh diri.

Dikutip dari situs kesehatan mental epigee.org, berikut ini adalah tanda-tanda bunuh diri yang mungkin terjadi:

1. Bicara mengenai kematian: Bicara tentang keinginan menghilang, melompat, menembak diri sendiri atau ungkapan membahayakan diri.

2. Baru saja kehilangan: kematian, perceraian, putus dengan pacar atau kehilangan pekerjaan, semuanya bisa mengarah pada pemikiran bunuh diri atau percobaan bunuh diri.

Kehilangan lainnya yang bisa menandakan bunuh diri termasuk hilangnya keyakinan beragama dan hilangnya ketertarikan pada seseorang atau pada aktivitas yang sebelumnya dinikmati.

3. Perubahan kepribadian: seseorang mungkin memperlihatkan tanda-tanda kelelahan, keraguan atau kecemasan yang tidak biasa.

4. Perubahan perilaku: kurangnya konsentrasi dalam bekerja, sekolah atau kegiatan sehari-hari, seperti pekerjaan rumah tangga.

5. Perubahan pola tidur: tidur berlebihan, insomnia dan jenis gangguan tidur lainnya bisa menjadi tanda-tanda dan gejala bunuh diri.

6. Perubahan kebiasaan makan: kehilangan nafsu makan atau bertambahnya nafsu makan. Perubahan lain bisa termasuk penambahan atau penurunan berat badan.

7. Berkurangnya ketertarikan seksual: perubahan seperti ini bisa mencakup impotensi, keterlambatan atau ketidakteraturan menstruasi.

8. Harga diri rendah: gejala bunuh diri ini bisa diperlihatkan melalui emosi seperti malu, minder atau membenci diri sendiri.

9. Ketakutan atau kehilangan kendali: seseorang khawatir akan kehilangan jiwanya dan khawatir membahayakan dirinya atau orang lain.

10. Kurangnya harapan akan masa depan: tanda bunuh diri lainnya adalah seseorang merasa bahwa tidak ada harapan untuk masa depan dan segala hal tidak akan pernah bertambah baik.

Beberapa tanda bunuh diri lainnya meliputi pernah mencoba bunuh diri, memiliki riwayat penyalahgunaan obat atau alkohol, belanja berlebihan, hiperaktivitas, kegelisahan dan kelesuan.

Apa yang harus dilakukan?

Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal menunjukkan gejala-gejala bunuh diri di atas, segeralah mencari bantuan.

Jika Anda berencana bunuh diri, segera cari bantuan dengan melakukan langkah-langkah berikut ini:

1. Bicara dengan orang yang dikasihi: datangi orang yang Anda cintai dan katakan padanya tentang apa yang Anda alami dan rasakan.

2. Cari bantuan ahli: bicaralah dengan konselor, psikiater, psikolog, terapis, dokter keluarga Anda, atau kunjungi pusat pencegahan bunuh diri dan masa genting: bicara dengan ahli adalah langkah penting untuk pulih.

Ketahuilah bahwa pertolongan ada disana dan jika merasa saat ini mungkin rasanya tidak ada harapan, Anda tidak sendirian dalam perjuangan Anda.

Jika seseorang yang Anda kenal menunjukkan tanda-tanda bunuh diri atau telah mempercayai Anda tentang pemikiran bunuh diri mereka, ikutilah satu atau lebih dari langkah-langkah berikut:

1. Jangan pernah bersumpah untuk kerahasiaan teman yang akan bunuh diri
Ketika ada teman, keluarga atau kekasih Anda mengatakan ingin bunuh diri mereka pasti menuntut Anda agar menjaga rahasianya.

Menurut ahli itu justru sikap yang salah, memang teman, keluarga atau kekasih Anda mungkin merasa dikhianati jika Anda menceritakan pada orang lain tentang keinginan untuk bunuh dirinya. Tapi tidak melakukan apapun hanya akan menempatkan hidupnya dalam bahaya. Ceritakan segera pada terapis atau dokter tentang keadaan teman atau Anda tersebut.

2. Ambil tindakan: jauhkan dari segala obat-obatan atau benda berbahaya dari rumah temah Anda, seperti pil, racun, pisau atau senjata api.

3. Berterusteranglah: bicaralah secara terbuka pada teman Anda tentang perilakunya. Jangan menghakimi atau menceramahinya. Jika teman Anda mempercayai Anda, berpura-pura terkejut pada keingininannya melakukan bunuh diri hanya akan menyebabkan pengasingan yang lebih baginya

sumber: http://jekethek.blogspot.com/2010/08/tahukah-anda-tanda-tanda-jika-orang.html
Read More >>

Sebuah Renungan Ramadhan Bagi Muslim, Sia-Sia Puasa Kita!!


Ketika ramadhan bersua, maka boleh jadi semua muslim di dunia menyambutnya dengan gembira. Karena bulan ini bukan saja bulan di mana segala amal ibadah menjadi dilipat gandakan balasannya (baca: pahala), meskipun bagi saya yang terpenting bukan pahalanya, tapi bulan di mana setiap muslim tak peduli status sosialnya harus sama-sama menjalankan dengan khusyuk dan menahan diri dari segala perbuatan-perbuatan tercela, karena seperti kata ustadz-ustadz yang pernah saya dengar ceramahnya mengatakan bahwa puasa termasuk puasa ramadhan harus menjadi perisai agar yang melaksanakan boleh terlepas dan terlindungi dari segala maksud-maksud perbuatan tak terpuji, sehingga mampu mencapai predikat taqwa sebagaimana target dari perintah ibadah puasa itu sendiri.
Mereka tidak tau kapan waktu tiba bisa mengatasi rasa lapar, sementara kita yang puasa mengerti kapan tiba saat berbuka
Mereka tidak tau kapan waktu tiba bisa mengatasi rasa lapar, sementara kita yang puasa mengerti kapan tiba saat berbuka
Saking meriahnya sambutan terhadap bulan ini, maka geliatnya terasa bahkan seminggu sebelum puasa berjalan. Mulai dari stasiun TV yang beralih acara agak islami-islami dikit, masjid-masjid yang dibenahi agar tampak indah dan sedap dipandang, karena maklum pada bulan ini masjid dipastikan bakalan penuh, meskipun cuma dalam hitungan beberapa minggu saja, pedagang di pasar-pasar yang kebanjiran pembeli, pasar juadah yang bermunculan, sampai percetakan yang kebanjiran orderan spanduk dan baliho ucapan selamat berpuasa, jadwal imsakiyah dan sebagainya, apalagi di daerah yang kebetulan bakal melaksanakan pemilihan kepala daerah pasca puasa nanti.
Karena saya bukan ustadz dan ahli agama, maka dalam tulisan ini saya tidak mengomentari macam-macam tentang hikmah puasa ramadhan, apalagi tentang banyaknya keutamaan berpuasa, manfaat berpuasa dan sebagainya, tapi betul-betul sekedar menulis tentang fenomena sosial yang tampak saja jika ramadhan tiba.
Semua tampak serba religius ketika ramadhan tiba, karena memang di bulan ini selain ibadah puasa, maka selalu beriringan dengan intensitas peningkatan ibadah-ibadah yang lain pula, tentunya dengan maksud dan tujuan untuk meningkatkan ketaqwaan.
Coba kita renungkan makna sesungguhnya kita melakukan puasa
Coba kita renungkan makna sesungguhnya kita melakukan puasa
Maka di bulan ini dapat dipastikan angka orang yang membayar zakat cukup tinggi, orang yang berubah dermawan kemudian beramal memberi makan kaum fakir-miskin juga tinggi, acara pengajian tadarusan bersama juga naik drastis. Karena seperti kata ustadz bahwa fungsi puasa juga bukan sekedar menahan haus dan lapar, sebab dengan haus dan lapar itulah seharusnya mengingatkan kaum yang jarang merasakan haus dan lapar untuk ingat kepada kaum yang sering merasakan haus dan lapar.
Sederhananya, bulan ini juga merupakan ajang bagi manusia-manusia yang kebetulan ‘berpunya’ agar tidak ‘pelit’ harta buat berbagi dan mempunyai rasa kepedulian terhadap saudaranya yang miskin. Makanya, seringkali dalam tiap ceramah agama yang sering saya dengar, selalu terungkap hendaknya puasa boleh jadi menyadarkan orang-orang kaya agar tersentuh nuraninya, yaaah…untuk lebih giat beramal-lah, sekali-sekali belajar berzakat, bershadaqah dan berinfaq terlebih-lebih kepada kaum fakir-miskin dan anak-anak yatim yang berada di sekelilingnya.
Sebagai bulan penempaan diri yang bukan saja mengajarkan ibadah ritual tapi juga ibadah sosial, maka seharusnya di bulan ini jangan dijadikan ajang pamer kemewahan dan parade kesombongan. Kenapa saya katakan demikian, karena terkadang saking salah kaprahnya menyambut dan menjalani puasa ramadhan sampai menyambut idul fitri nanti, maka ada sebagian manusia-manusia “berada” tersebut, malah melakukan agenda pamer kemewahan dan parade kesombongan itu.
Seperti mengunjungi dengan niatan menyantuni orang fakir-miskin dan anak yatim, tapi dengan berpakaian yang bermewah-mewahan dan berlebihan, kalau perlu semua perhiasan digunakan, semua pakaian necis dipakai, trus makan sahur dan berbuka dengan mubazir, nanti menjelang idul fitri pesta belanja dan sebagainya.
Selanjutnya kegiatan-kegiatan penyantunan itu cuma sekadar mempertontonkan simbol-simbol relijiusitas agar semata-mata dibilang “dermawan” di mata manusia, yaah seperti jika membantu orang miskin dan anak yatim piatu mesti diliput televisi dan media massa, seakan-akan udah paling shaleh sendiri. Banyak fenomena seperti ini yang tampak berjubel selama ramadhan, trus pasca ramadhan, semua itu lenyap tak berbekas seperti melukis di atas air.
Inilah beda antara puasa “sebagian kaum kaya borjuis” dengan puasa kaum miskin, kalau puasa “sebagian kaum kaya borjuis,” biasanya bekas dan betahnya cuma sebulan, trus selama sebulan itu dijadikan ajang unjuk gigi pamer segala kekayaan itu. Artinya, ternyata puasa itu sudah berubah dan turun status menjadi simbol kemapanan ekonomi belaka. Haus dan laparnya tak menyisakan pembelajaran apa-apa selain haus dan lapar selama sebulan itu.
Kemudian kalau kaum miskin, pada ramadhan ini, terkadang belum tentu juga dapat berpuasa full, karena biasanya mereka harus membanting tenaga jauh lebih keras dan mungkin menganggap dari ramadhan ke ramadhan adalah sesuatu yang biasa saja dan sudah sering mereka hadapi, karena yaa…haus dan laparnya hampir sama saja tiap hari, yang beda mungkin banyaknya orang memberi sedekah, itu saja! Dan…pasca idul fitri nanti yaaa haus dan lapaaar lagi, bahkan mungkin lebih parah haus dan laparnya!
Meskipun sudah berkali-kali diungkapkan, bahwa secara makna berpuasa mestinya menyadarkan kita akan rasa haus dan lapar yang justru tiap hari dialami kalangan fakir miskin, dan sebenarnya pada bulan ini adalah ajang melatih diri untuk menjalani apa yang sama dirasakan kaum fakir-miskin yang serba kekurangan, serta untuk mengembangkan sikap empati dan simpati terhadap derita rakyat miskin. Tapi faktanya tidak demikian memang.
So…alangkah menjadi lebih menarik seandainya semua elemen masyarakat termasuk pemerintah mendiskusikan bagaimana caranya mengkampanyekan agar momentum ramadhan dapat menjadi starting upaya memberdayakan kaum fakir-miskin yang termarjinalkan.
Karena kaum fakir-miskin hadir bukan semata-mata karena takdir, tapi karena ternyata kekuasaan, kebijakan dan kekuasaan modal yang justru semakin memiskinkan, melanggengkan kemiskinan, tidak memberikan akses yang membebaskan dan tidak memihak kepada kaum miskin.
Untuk menghayati penderitaan mereka itulah kita puasa.
Bagaimana kerontangnya kerongkongan tanpa disentuh air saat mendorong
gerobak sampah pemulung di panas terik. Bagaimana lemahnya tubuh disaat
tak dapat sepotong makanan pun sepanjang hari. Dan bisakah hati tidak
megeluh akan semua itu? Bisakah mulut tidak rewel dan cerewet menjalani
semua itu?
Bagaimana jika hal itu berlangsung lama?
Bagaimana jika waktu berbuka itu tidak ada? Yang biasanya sudah ditunggu
hidangan makanan indah bak buah-buahan dalam bayangan sorga? Bagaimana
jika ibadah puasa itu tanpa sahur? Yang tujuannya jelas-jelas
dipersiapkan sebagai energi cadangan untuk menjalani puasa di siang
hari? Lalu saat berbuka akhirnya juga dibayar sekian kali lipat?
Lalu kenapa saya, anda dan kita semua,
terutama para pengkotbah begitu gencarnya menyeru puasa itu wajib bagi
siapa saja? Termasuk mereka yang miskin papa?
Ya itu kan perintah Tuhan.
Perintah Tuhan?
Apakah Tuhan buta realitas?
Oh … kejam nian Tuhan jika demikian.
Jangan-jangan Tuhan mencibirkan manusia yang mengaku beriman dengan
berkacak pinggang dalam kotbah dan ceramah suci mulia. Tapi para
gelandangan tetap kelaparan dan tidur dalam tumpukan sampah. Sementara
kita kaum beriman menikmati apel, juice saat berbuka puasa. Yang kita
yakini sebagai kemenangan menahan nafsu di siang hari.
Bisakah kita merasa malu?
Malu bahwa puasa kita hanya omong kosong?
Puasa kita hanya semacam festival menunda selera pacu yang lebih ganas
menjelang waktu berbuka? Puasa manja yang tidak pernah kurang makan?
Puasa yang sudah dipersiapkan dengan makanan sahur agar tidak tumbang di
siang hari? Puasa yang kita elu-elukan secara kroyokan? Puasa yang
ibarat mobil ambulance lewat? Yang memaksa semua mobil lain minggir
karena mau lewat? Puasa yang memaksa dunia harus mengakui bahwa kita
lagi puasa sambil berteriak: “Jangan ganggu saya, saya lagi puasa.
Jangan makan dekat saya!”
Apakah artinya puasa Ramadhan bagi kaum
miskin papa yang sudah selalu puasa dalam banyak hal? Tidak seperti
kita orang beriman omong kosong yang cuma menahan haus lapar? Yang
dilakukan cuma karena takut ancaman Tuhan dan mengumbar pahala? Dan
lebih-lebih karena takut ancaman sosial karena dinilai sebagai orang
yang tidak bermoral dan tidak beriman?




sumber :http://ruanghati.com/2011/08/01/sia-sia-puasa-kita-sebuah-renungan-ramadhan-bagi-muslim/
Read More >>