Tampilkan postingan dengan label Gosip Artis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gosip Artis. Tampilkan semua postingan

Selasa, 29 Juni 2010

Cek Fisik Cut Tari Telah Selesai

Jakarta Mantan presenter Insert, Cut Tari, tidak akan lagi dicek fisiknya. Polri menyatakan pemeriksaan fisik pada Tari telah selesai.

"Kemarin dari tim dokter DVI (Disaster Victim Identification) menyatakan sudah selesai," ujar Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Edward Aritonang saat ditemui di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Selasa (29/6/2010).

Sedangkan Luna Maya hari ini akan kembali diperiksa. Pemeriksaan pada Luna belum selesai sehingga harus dilanjutkan lagi.

"Jamnya saya belum tahu. Nanti kita cek lagi," kata Edward.

Senin (28/6/2010), Luna sudah mendatangi Mabes Polri. Selain diperiksa, ia juga menjenguk kekasihnya, Ariel, yang kini ditahan karena kasus video porno mereka.
http://www.detikhot.com/read/2010/06/29/102734/1389011/230/cek-fisik-cut-tari-telah-selesai

Read More >>

Senin, 28 Juni 2010

Pelawak Abdul Latief alias Adul Kawin

Pelawak bertubuh mungil Abdul Latief alias Adul akhirnya mengakhiri masa lajangnya pada Minggu, 27 Juni lalu. Dia menikahi seorang wanita bernama Azilia Nur Fatma, yang sudah dipacarinya cukup lama. Seperti apa suasana resepsinya yang juga sempat dimeriahkan oleh seekor kambing? Silakan simak galerinya.







source:http://id.omg.yahoo.com
Read More >>

Minggu, 27 Juni 2010

Setelah Ariel dan Cut Tari, Luna Maya Juga Ikut Sakit

Ketiga selebriti yang tersangkut video porno mengalami sakit secara bergantian. Setelah Ariel dan Cut Tari, Luna Maya juga ikut sakit.
Hal itulah yang membuat penyidik Bareskrim Mabes Polri batal melakukan pemeriksaan terhadap kekasih Ariel tersebut.
Informasi tersebut diungkapkan Wakadiv Humas Mabes Polri Brigjen Polisi Zainuri Lubis, kepada wartawan di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jumat (25/6/2010).
“Berdasarkan keterangan. Luna Maya batal diperiksa hingga saat ini. Dia dalam kondisi tidak sehat,” ungkapnya.
Jumat dua pekan lalu, Ariel dan Luna Maya mendatangi Mabes Polri, akan tetapi batal diperiksa karena Ariel saat itu sakit demam yang cukup tinggi. Keduanya diperiksa, hari Jumat pekan lalu.
Selasa 22 Juni, Ariel ditetapkan sebagai tersangka. Di hari yang sama dijadwalkan pemeriksaan terhadap Cut Tari. Akan tetapi, pemeriksaan batal dilakukan karena istri Yusuf Subrata tersebut mengalami sakit.
source:istana artis
Read More >>

Sabtu, 26 Juni 2010

Jangan Paksa Ariel-Luna-Tari Mengaku

PARA Dewan Pers mengingatkan media untuk menghormati hak-hak privasi narasumber dalam melakukan kegiatan jurnalistiknya. Menurut Ketua Dewan Pers Bagir Manan, dalam kasus video cabul yang melibatkan artis Ariel, Luna Maya, dan Cut Tari, awak media tidak bisa memaksa ketiganya untuk bicara atau mengaku.

"Semua pihak boleh berharap ketiga artis itu bicara, tapi semua pihak tidak memiliki hak untuk memaksa mereka berbicara atau mengakui sesuatu yang bersifat privat," kata Bagir Manan dalam konferensi pers di Gedung Dewan Pers, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (25/6/2010).

Bagir mengatakan, kewajiban menghormati hak privasi narasumber itu tercantum dalam Kode Etik Jurnalistik yang wajib dipatuhi awak media. Pasal 2 dan pasal 9 Kode Etik Jurnalistik menyebutkan, pemberitaan dan proses peliputan mutlak dilakukan dengan menghormati hak privasi dan pengalaman traumatik narasumber dengan cara bersikap menahan diri dan berhati-hati.

Dewan Pers juga menyayangkan terjadinya sejumlah pelanggaran kode etik jurnalistik dalam peliputan kasus video cabul. Media, sebut Bagir Manan, seperti terjebak dalam pusaran pemberitaan karena masuk terlalu jauh ke ranah privat narasumber. "Harus dihindari pemberitaan yang terlalu jauh masuk ke ranah privat tanpa memerhatikan relevansinya untuk kepentingan publik," ungkap Bagir.

Dia mengatakan, insan media seharusnya bersyukur atas kebebasan pers yang dimiliki. Mantan Ketua MA ini mengingatkan, kebebasan pers itu harus tetap dijaga insan media dengan bertanggung jawab dan berpegang pada kode etik. "Media massa, terutama televisi, harus sangat memerhatikan kondisi pemirsanya terkait tayangan pemberitaan video cabul ini. Karena media televisi adalah juga institusi sosial, publik berhak atas tayangan yang berkualitas dan mengakomodasi nilai budaya bangsa," ungkapnya.
source kompas.com
Read More >>