Selasa, 09 Agustus 2011

Satu kalimah yang boleh meroboh Tembok Ya'juj dan Ma'juj


Di antara bangsa-bangsa manusia, tidak ada bangsa yang sekuat ya'juj ma'juj, sekejam ya'juj ma'juj, dan sebanyak ya'juj ma'juj. Namun tidak disangka, bahawa kelak yang membebaskan mereka dari tembok kukuh Nabi Dzulqarnain adalah kalimah 'Insya Allah'.

Nabi Sulaiman a.s. lupa mengatakan "Insya Allah" semasa mengatakan, "Malam ini aku akan menyetubuhi 60 atau 70 isteriku sehingga mereka hamil. Lalu, setiap isteriku melahirkan seorang anak lelaki yang akan menjadi mujahid penunggang kuda fisabilillah." maka ia pun gagal mendapat anak (Kisah Nabi Sulaiman ini terabadikan dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim)

Ketika malam itu beliau memang menyetubuhi 60 atau 70 isterinya, tetapi yang hamil hanya salah seorang diantara isterinya. Malah anak yang dilahirkannya pun dalam keadaan tidak sempurna fizikalnya. Dalam hal ini Rasulullah saw bersabda : "Jika Nabi Sulaiman AS mengucapkan insya Allah, niscaya mereka akan berjihad di jalan Allah sebagai penunggang kuda semuanya." (HR Bukhari dan Muslim)}

Nabi Muhammad 'alaihi sholawat wassalam pernah ditanya oleh An-Nadhar bin Al-Harits dan `Uqbah bin Ani Mu'ith sebagai utusan kaum kafir Quraisy. Pertanyaan yang diajukan oleh kedua orang ini adalah : Bagaimana kisah Ashabul Kahfi ?, Bagaimana kisah Dzulkarnain ?, dan Apa yang dimaksud dengan Ruh?.

Rasulullah SAW bersabda kepada dua orang itu "Esok akan saya ceritakan dan saya jawab.". Akan tetapi Rasulullah SAW lupa mengucapkan "Insya Allah". Akibatnya wahyu yang datang setiap kali beliau menghadapi masalah pasti terputus selama 15 hari.

Sedangkan orang Quraisy setiap hari selalu menagih janji kepada Rasulullah SAW dan berkata "Mana ceritanya? esok..esok..esok..". ketika itu Rasulullah SAW sangat bersedih. Akhirnya Allah menurunkan wahyu surat Al-Kahfi yang berisi jawapan kedua pertanyaan pertama, pertanyaan ketiga berada dalam surat Al-Israa ayat 85.

Allah berfirman pada akhir surat Al-Kahfii :
"Janganlah kamu sekali-kali mengatakan, 'Sesungguhnya saya akan melakukan hal ini esok,' kecuali dengan mengatakan Insya Allah." (QS Al-Kahfi :23-24)

Satu kalimah yang sering kita pandang mudah dan kita salah ertikan tetapi orang yang paling mulia disisiNya, yang telah diampuni dosanya baik yang telah lalu dan yang akan datang pun ditegur oleh Allah SWT kerana lupa mengucapkan Insyaa Allah. Ada rahsia besar apa di sebalik kalimat Insya Allah ?

Perhatikan petikan ayat di atas, di ayat tersebut Allah memerintahkan manusia ketika semua rancangan sudah siap dan pasti janganlah mengatakan “Sesungguhnya aku akan mengerjakan esok” tetapi harus diikuti dengan ucapan Insya Allah.

Sebab ucapan “Sesungguhnya aku akan mengerjakan esok” adalah sebuah UCAPAN KEPASTIAN, keyakinan diri jika hal itu benar - benar akan dilakukannya, BUKAN KERAGU-RAGUAN.

Benar,..............Insya Allah adalah penegas ucapan kepastian dan keyakinan. Bukan keragu-raguan. Dari situlah tubuh kita mengeluarkan semacam kekuatan dan kepasrahan penuh yang tidak kita sedari sebagai syarat utama tercapainya sebuah keberhasilan.

Manusia hanya merancang dan berikhtiar, Allah yang menentukan hasilnya. Manusia terlalu lemah untuk mengucapkan ‘pasti’, kerana Allah sebagai  pemilik tubuh ini dapat berkehendak lain.

Ingat baik baik !!!Jika kita tidak yakin atau tidak dapat memastikan satu-satu rancangan, maka jangan pernah mengatakan Insya Allah, cukup katakan saja “Maaf, saya tidak boleh” atau “Maaf, saya tidak dapat menghadiri…”.

Namun jika yakin boleh melakukan rancangan itu, maka katakanlah “Insya Allah”, niscaya kita akan melihat satu ketentuan Allah sesuai dengan apa yang telah dijanjikan oleh-Nya.

"Mereka (Ya'juj & Ma'juj) berusaha untuk keluar dengan berbagai cara, hingga sampai pada masa matahari akan terbenam mereka telah dapat membuat sebuah lubang kecil untuk keluar. 
Lalu pemimpinnya berkata,'Esok kita teruskan lagi pekerjaan kita dan esok kita pasti boleh keluar dari sini." 
Namun keesokkan harinya lubang kecil itu sudah tertutup kembali seperti sedia kala atas kehendak Allah. Mereka pun bingung tetapi mereka bekerja kembali untuk membuat lubang untuk keluar. 
Demikian kejadian tersebuat terjadi berulang-ulang. Hingga kelak menjelang Kiamat, di akhir petang setelah membuat lubang kecil pemimpin mereka tanpa sengaja berkata, “Insya Allah, esok kita lanjutkan kembali pekerjaan kita dan esok kita boleh keluar dari sini.” 
Maka keesokan paginya lubang kecil itu ternyata masih tetap ada, kemudian terbukalah dinding tersebut sekaligus kegaibannya dari penglihatan masyarakat luar sebelumnya. 
Dan Kaum Ya’juj dan Ma’juj yang selama ribuan tahun terkurung telah berkembang pesat jumlahnya akan turun bagaikan air bah memuaskan nafsu makan dan minumnya di segala tempat yang dapat mereka jangkau di bumi."

Jika kaum perosak seperti ya'juj dan ma'juj pun boleh berhasil walaupun tanpa sengaja mengucapkan Insya Allah, bagaimanakah halnya dengan kita umat Islam ? apalagi jika disertai dengan kesedaran dan penuh kepastian mengucapkannya ? Yakinlah.......Janji Allah SWT selalu benar, Dia lah sebaik baik Menepati Janji.Situslakalaka

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Post